Aksara Cinta

Ha… na… ca… ra… ka…

Hari ini aku mencoba menghindar dari tulisan ini, namun seperti biasa, aku tak bisa. Tak masalah, pria memang begitu. Maaf, aku ralat, aku memang begitu.

Kehilangan menjadi teman akrabku. Namun ada beberapa hal yang sangat mengganggu pikiranku. Kehilangan kakak yang selalu menjadi panutan, Armunandar Syahrir.

IMG_4738

Sungguh aku tak bisa meneruskan untuk menceritakannya, jariku yang biasa menari kali ini melemas, pikiranku membeku tak sanggup mengolah kata ini, dan bagian lain pun menetes.

Ada beberapa hal yang tidak bisa aku ceritakan mengapa kami sangat dekat. Kami saling menyayangi, aku bisa rasakan hal itu walau semua tersirat. Mungkin hanya kami berdua yang bisa merasakannya. Aku ingat malam itu, saat malam pertama kak uun masuk rumah sakit, aku meminta ijin untuk memeluknya dan ia hanya mengangguk. Hal yang tak mungkin aku pinta saat dia masih keadaan sehat, karena gengsi kami. Namum malam itu aku ingin sekali memeluknya, aku lihat airmata kecil turun dari matanya. Saat itu juga aku tah bisa menahan sesak didada.

 sebenarnya dibagian ini banyak yang ingin aku ceritakan tentang hubungan aku dan kak uun, tapi ternyata aku tak sekuat itu untuk meceritakannya, jariku melemas, kendali pikiranku hilang

The Rain – Gagal Bersembunyi

 

Hey apa kabarmu jauh di sana

Tiba tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan

Ku pikir aku berhasil melupakanmu

Berani beraninya kenangan itu datang tersenyum

Meskipun jalan kita tak bertemu

Tapi tetap indah bagiku semoga juga bagimu

 

Kau tahu aku merelakanmu

Aku cuma rindu aku cuma rindu

Takkan mencoba tuk merebutmu

Aku cuma rindu itu saja

 

Gagal kali ini gagal bersembunyi di balik kata kata bijak

Yang selalu mampu membuat aku terlihat tangguh

Padahal hancur lebur harapan

Yang terlanjur ku percaya ahaaa haaa

 

Meskipun jalan kita tak bertemu

Tapi tetap indah bagiku semoga juga bagimu

 

Kau tahu aku merelakanmu

Aku cuma rindu aku cuma rindu

Takkan mencoba tuk merebutmu

Aku cuma rindu itu saja

 

Dan senyuman itu masih selalu menenangkanku

 

Kau tahu aku merelakanmu

Aku cuma rindu aku cuma rindu

Takkan mencoba tuk merebutmu

Aku cuma rindu itu saja itu saja

Tak pernah terbersit sedikitpun akan kehilangan sosok yang paling aku sayangi di dunia ini setelah kepergian orang tuaku.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s