Belum pernah berpacaran seumur hidupmu ? Maka bersyukurlah :)

Belum pernah berpacaran seumur hidupmu ? Maka bersyukurlah 🙂

Kamu pasti pernah membayangkan betapa nikmatnya berpacaran, kemana mana bergandengan tangan dengan pacar. Seru seruan bareng pacar, begini begitu bareng pacar. Tapi kamu juga pasti pernah mendengar kalau teman kamu baru saja putus, atau berganti pacar yang baru. Kalau punya pacar baru ? Oh tentu saja lebih cantik, lebih cakep, lebih ini itu dibandingkan pacar yang lama. Tentu saja harus begitu, kalau tidak begitu, apa fungsinya punya pacar baru yang lebih buruk dari pacar yang lama ? pikiran ini yang terlintas di pikiran saya akhir-akhir ini

Tetapi, beruntunglah kamu yang belum pernah pacaran sebelumnya. Kenapa ?
Setelah membayangi sendiri yang namanya kehidupan pernikahan, Tetapi, pada hakekatnya manusia mahluk yang rentan terhadap godaan, beruntunglah bagi yang pernah berpacaran selama tahunan dan kemudian bisa menikah.

Lantas, kenapa beruntung yang belum pernah pacaran sebelumnya ?
Sesungguhnya, pacaran itu seru. Dan lebih seru lagi kalau dilakukan setelah menikah. Jujur saja, ini tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Istilahnya, walk the talk. Kalau saya mau bilang apa, sebaiknya saya sudah melakukannya dulu, sebelum mengabarkan kepada orang lain mengenai apa yang telah saya lakukan.

Setelah anda menikah, ada komitmen seumur hidup bahwa anda harus memperjuangkan pernikahan anda. Sebisa mungkin, sekeras mungkin, seberapapun badai menerpa anda dan pasangan, berusalah terus berjuang untuk tetap bersatu. Ini seru, SERU SEKALI

Dibandingkan pacaran, jika sesuatu menerpa anda, kemungkinannya ada 2, anda dan pasangan akan mencoba bertahan, atau anda dan pasangan memutuskan jalan mudah, berpisah. Dari perpisahan, yang didapatkan hanyalah pacar baru, mungkin dan seringkali, tanpa pelajaran yang berarti.

Di dalam pernikahan, anda akan mendapatkan banyak sekali pelajaran dari bertahan. Pemahaman baru mengenai arti pernikahan, pemahaman baru mengenai ilmu anda, pemahaman baru mengenai pasangan anda, pemahaman baru mengenai diri anda sendiri, bahkan, agama dan pola hidup anda, semuanya bisa sekaligus menjadi sebuah pemahaman baru yang sangat menarik untuk diselami di kemudian hari.

Akan lebih baik lagi, kalau anda tidak pernah mengenal yang namanya ‘Cinta’ sebelum melangsungkan pernikahan. Saya merasakan, saya dan pasangan bukanlah pasangan yang benar benar mencintai, melainkan sahabat sejati yang hidup bersama. Apabila ditanya apa itu arti cinta kepada kami, kami akan kebingungan menjawabnya, karena sesungguhnya kami tidak saling mencintai. Kami adalah sahabat sehidup semati, yang berusaha untuk menjadikan kami dan seluruh harta dan ilmu kami, berguna bagi orang lain. Aku ada buat kamu, kamu ada buat aku

Bagaimana jika cinta itu datang ?
Cinta datang disaat yang salah. Selalu disaat yang salah. Apabila anda sedang memiliki pacar, dan anda tertarik kepada orang lain, anda jatuh cinta kepadanya, apa yang akan terjadi ? Mengkomunikasikan hal ini kepada pacar merupakan hal yang bisa jadi, absurd. Pasti berantem, pasti bertengkar, pasti putus, jika tidak kemudian melanjutkan hanya karena takut memutuskan pasangan.

Berbahagialah kamu yang belum pernah pacaran, nanti saja pacarannya, setelah kamu menikah. Jika anda suka kepada seseorang, pacaran sebentar ya boleh, kemudian, lanjutkan saja kepada pernikahan. Jaminannya, kehidupan yang lebih indah, senyum di pagi hari saat melihat pasangan, hilangnya lelah sepulang bekerja karena dipelukin dan dicintai pasangan, dan sampai, energi yang tak pernah habis sampai malam karena kewajiban malam hari anda menunggu, bersama dengan seseorang yang juga mendambakan siraman kasih itu. Sangat menyenangkan.

Belum lagi, jika ini adalah cinta pertama anda, maka keharmonisan anda akan awet sekali, bisa sampai bertahun tahun lamanya. Anda pun akan terus belajar hal hal baru dari pasangan, kelucuannya, tingkah anehnya, kebodohan kebodohan yang selama pacaran tidak terlihat, dan segala macam sisi manusiawi dari pasangan.

Apapun dan siapapun anda itu, melihat perubahan dan kenyataan bahwa pasangan anda bukanlah orang yang selama ini anda pacari, cukup mengejutkan. Bukan manusianya yang berubah, tetapi pemahaman kita akan pasangan lah yang berubah. Karena dulu semasa pacaran kita hanya terbatas 3 – 5 jam untuk bertemu, sekarang setelah menikah, kita punya 18 jam penuh ( sisanya buat ngantor ) untuk bertemu pasangan dan menerima informasi baru mengenai dirinya.

Hal ini tidak akan anda dapatkan sewaktu pacaran, dan jika anda sempat pacaran lama, anda akan membandingkan nya dengan masa masa pacaran dulu. “Dulu kamu tidak begini”, padahal ya daridulu dia itu begitu. Sifat dan kebiasaan tidak berubah banyak, apabila tidak mengalami pengalaman traumatis, maka darimana nya dia yang bukan dirinya sendiri ?

Kita setelah menikah akan membandingkan betapa lebih nikmat pacaran dulu, ternyata setelah menikah itu begini, menyebalkan. Padahal, seharusnya, jika anda melihat pasangan anda pasca menikah, semua informasi baru itu merupakan berkah yang anda terima. Dan semua berkah dari informasi baru itu bisa anda olah untuk keuntungan anda dan pasangan.

Jadi, setelah mengalami dan membandingkan kehidupan pacaran dan menikah dengan adil, boleh saya bilang bahwa menikah memang lebih seru, dan bisa jadi, saat yang lebih tepat untuk mendewasakan diri anda dan pasangan.

Jika anda sudah menikah dan ternyata anda jatuh cinta kepada orang lain ?
Pacaran dan menikah, mengenai 2 pola yang berbeda. Anda pacaran untuk diri anda sendiri. Kesenangan anda sendiri. Sementara menikah, anda menikah untuk pasangan anda, kesenangan pasangan anda, dan keutuhan rumah tangga berdua.

Jika cinta datang kepada anda setelah anda menikah, anda akan mulai bertanya kepada diri anda sendiri, ‘benarkah’ ? Kemudian, anda bahkan mengkomunikasikannya kepada pasangan, ‘bagaimana ini’ ? Apapun yang pasangan anda dan anda sepakati, Tuhan akan menunjukkan anda jalan, yang mana yang akan anda tempuh, setelah anda tidak lagi bertanya tanya kepada manusia lain.

Beruntunglah bagi yang sudah menikah, karena sesungguhnya pasangan pasti mengerti apa yang diinginkan oleh pasangan anda. Maka, sewaktu saya bertanya kepada ibu saya “kalo ayah sedang jatuh cinta kepada orang lain sekarang, apakah yang akan mami lakukan ?” ibu saya menjawab “Selama ayah yakin dengan pilihan ayah dan jaminannya adalah kebagaiannya, ayah berhak untuk melanjutkan hidupnya dengan orang itu, karena memang tidak ada yang bisa membatasi cinta dan kematian.”

Indah bukan, menikah itu ? Menikah dululah baru pacaran

Atau jangan pernahlah bermain dengan “cinta” kalau emang niat mau pacaran, buatlah itu seperti pernikahan. 1 komitmen 1 hati 1 tujuan

Mungkin semua cuman tulisan bodoh dari orang baru merasakan asam manis, pahit manis semua ini

NB : Sedikit revisi dari UNWINGED

dan special buat HELI, makasih pelajarannya 🙂

Advertisements

One thought on “Belum pernah berpacaran seumur hidupmu ? Maka bersyukurlah :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s